Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Galau Kacau Balau

Di pagi dengan secercah caya Jiwaku membara menggelora, hatiku teriris menangis Tapi denganku yang tiada ada daya Ku hanya menatap rumahku miris   Dengan senyum tiada manis Menatap sinis kepada masinis Tersenyum menatap miris Cukup gatal dan geli meringis Tidak sampai menangis   Aku kasihan melihat harimau kecilku Raung meraung terdengar darinya di telingaku Bukan aum yang yang getarkan telingaku Dipaksa tuan kecil prabu tuk menyelam lautan Sampai ia lumpuh berlari di daratan Tiada mampu berburu di belantara hutan   Aku kasihan dengar nasib beruang saljuku Dipinta bertapa di puncak kawah merapi Tak lupa dengan gagah emas garudaku Yang dijerat kurung yang berteman sepi   Aku heran dengan ikan sura Dengan nya yang tiada di samudera Tapi nyata ada di padang sahara   Jauh di matador arena adalah mahesa Dia lupa sawah dia lupa ladangku Walau ku tahu dia tiada bersuka rasa Sedang banteng menginjak sawahku ...

Postingan Terbaru